Cara Mengukur Tingkat Kedewasaan Seseorang. Kamu Ada Dimana?

Tua adalah sebuah kepastian. Dewasa adalah pilihan.

Belum ditemukan standar baku kapan dan dalam usia berapa seseorang akan mencapai kedewasaan karena belum adanya ukuran tunggal untuk menentukan tingkat kedewasaan seseorang.

Indikator Kedewasaan Seseorang

Tingkat Kedewasaan
Photo by Jukan Tateisi on Unsplash

Dikutip dari berbagai sumber, terdapat sejumlah indikator penentu yang bersifat "sementara" untuk mengukur tingkat kedewasaan seseorang. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Perasaan
  2. Sikap
  3. Cara pandang
  4. Orientasi
  5. Usia (hal ini menyangkut aspek jasadiah/fisik), dan
  6. Perilaku
Dari ke-enam indikator tersebut, secara umum kedewasaan dapat dilihat dari beberapa aspek, di antaranya yaitu:

1. Dewasa secara fisik

Indikatornya adalah ketika organ-organ reproduksi telah berfungsi secara optimal. Atau secara singkat ketika seseorang telah mencapai baligh.

2. Dewasa secara psikologis

Indikatornya adalah adanya kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau konflik-konflik yang terjadi dalam kehidupan.

3. Dewasa secara sosial-ekonomi

Ditampakkan dengan kemampuan seseorang untuk mandiri, mampu membiayai kebutuhan hidup sendiri dan menangani berbagai hal dengan kemampuan sendiri.

Kemampuan & Tingkat Kedewasaan Seseorang

Kemampuan dan tingkat kedewasaan seseorang
Photo by Vicky Sim on Unsplash
Selain ketiga aspek tersebut, tingkat kedewasaan seseorang juga dapat dilihat dari kemampuan seseorang dalam menghadapi berbagai situasi, seperti beberapa hal berikut ini:

1. Kemampuan untuk ma’rifatunnafs (mengenali diri sendiri)

Orang yang telah dewasa akan mengenali siapa dirinya, untuk apa ia dilahirkan di dunia ini dan apa tujuan hidupnya.

Berbeda dengan orang yang belum dewasa, kondisinya adalah kebalikan dari hal tersebut.

2. Kemampuan menerima diri sendiri

Setelah mengenali diri sendiri, orang yang dewasa akan mampu memahami dirinya sehingga ia dapat menerima keadaan dirinya dan mampu menyikapi keadaan dirinya dengan baik.

3. Kemampuan menerima orang lain

Selain mampu menerima keadaan dirinya sendiri, orang yang dewasa juga akan mampu menerima keberadaan orang lain dengan sikap simpati atau empati yang dimilikinya.

Berbeda dengan orang yang belum dewasa, ia cenderung tidak akan dapat menerima keberadaan orang lain, terlebih jika orang tersebut berbeda karakter dengan dirinya.

4. Kemampuan untuk memberi pengarahan kepada orang lain

Orang yang telah mencapai tingkat kedewasaan akan dengan senang hati membagi ilmunya dengan orang lain karena mereka akan berpikir bahwa, ilmu akan semakin berkembang jika ia sebarkan juga ke orang lain.

Lain halnya dengan orang yang belum dewasa, ia akan cenderung pelit akan ilmu karena khawatir merasa rugi jika ilmunya ia bagi dengan orang lain. Singkatnya, ia akan merasa takut tersaingi.

5. Kemampuan berpikir dan bertindak mandiri

Berani menyuruh dan melarang diri sendiri, tahu tugas dan tanggung jawab, serta mampu membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Orang yang telah mencapai kedewasaan, akan mampu menggunakan akalnya dengan baik, sehingga ia akan tahu betul mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Indikator Ketidakdewasaan Seseorang

Ketidakdewasaan seseorang
Photo by junx20 vmp4 on Unsplash
Selain mengetahui indakator kedewasaan, maka perlu pula diketahui beberapa indikator ketidakdewasaan, di antaranya:

1. Emosional

Salah satu hal yang membedakan orang dewasa dengan anak-anak adalah dalam berperilaku. Anak-anak mengalami proses merasakan, bertindak, yang kemudian akhirnya memikirkan.

Sementara orang dewasa, ia akan berpikir terlebih dahulu, baru kemudian ia bertindak dan akhirnya merasakan.

Artinya, orang yang sudah dewasa akan bersikap tenang dan penuh pertimbangan dalam mengambil setiap keputusan. Ia juga tidak mudah terjebak oleh emosi, perasaan dan pengaruh lingkungan.

Sehingga, tidak akan ditemukan orang dewasa yang emosinya meledak-ledak tanpa terkontrol.

2. Egois

Egois merupakan ciri dari seseorang yang belum dewasa. Setiap orang memiliki ego, namun orang yang belum dewasa sering melampaui egonya sehingga menjadi egois.

Tentu saja ia tidak menyadari bahwa dirinya egois. Semakin egois seseorang, semakin jauh ia dari pencapaian kedewasaan.

3. Tidak konsisten

Dasar dari seseorang yang dewasa adalah konsisten. Sikap sebaliknya adalah indikator seseorang belum dewasa.

Artinya, ketika seseorang mudah terpengaruh oleh hal-hal baru yang merusak komitmen sebelumnya, maka orang tersebut belum dapat digolongkan ke dalam orang yang dewasa.

4. Tidak tepat janji

Kedewasaan seseorang juga dapat diukur dari perkataannya. Bila perkataannya dapat dipegang dan dipercaya, maka kedewasaannya teruji.

Akan tetapi jika perkataan yang dikeluarkannya hanya sekedar kata tanpa bukti nyata bahkan dengan mudah ia ingkari, maka itu merupakan ciri ketidakdewasaan seseorang.

5. Tidak bertanggungjawab

Sebagai hamba, manusia dituntut untuk bertanggungjawab atas apa-apa yang dilakukannya, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

Rasa tanggung jawab ini hanya ada dalam pikiran orang dewasa.

Ketika didapati ada orang yang bingung dengan tanggungjawabnya dan sering mencari kambing hitam untuk melimpahkan tanggung jawab ini, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan telah dewasa.

6. Suka bersembunyi

Setiap manusia tentu akan akan dihadapkan pada masalah dalam hidupnya. Masalah-masalah yang datang tersebut tidak jarang akan muncul dalam bentuk yang sangat sulit hingga mencapai tahap yang sangat kritis.

Pada saat kritis, saat itu pulalah kedewasaan seseorang diuji. Orang yang belum dewasa akan memilih lari dari masalah tersebut dan bersembunyi. Sementara orang yang sudah dewasa akan mengahadapi masalah tersebut, seberat apapun ia merasakannya.

7. Hanya merespon ketika ada paksaan

Orang yang belum dewasa adalah orang yang merespon hanya ketika ada paksaan atau tekanan. Ketika ia mendapatkan seruan yang sifatnya ajakan saja, jarang ia akan meresponnya.

Ia akan merespon ketika ada imbalan yang akan diberikan kepadanya, baik itu berupa hadiah jika merespon atau sanksi jika tidak melaksanakannya.
Previous Post Next Post