Deteksi 6 Gangguan Kesehatan Melalui Telapak Tangan

Tahu kah kamu? Ternyata beberapa bagian tubuh yang terdapat pada diri kita ini bisa dijadikan sebagai alat untuk mendeteksi suatu penyakit. Bagaimana caranya?

Ialah dengan cara melihat kondisi kaki. Dengan kata lain, kondisi kaki dapat menunjukan kesehatan seseorang. Selain itu, kondisi kesehatan pun bisa dilihat melalui telapak tangan.

Telapak tangan merupakan bagian saraf paling ujung tubuh manusia, sehingga hal apapun yang terjadi di dalam tubuh bisa dilihat melalui telapak tangan.

Cek Kesehatan Melalui Telapak Tangan

Misalnya saja, telapak tangan dapat digunakan untuk deteksi awal terkait kelainan pada tubuh ataupun penyakit yang sudah ada, dan belum kita sadari.

Deteksi Gangguan Kesehatan Melalui Telapak Tangan
Ilustrasi gambar — pixabay.com

Di telapak tangan manusia itu tersimpan sekitar 1000 rahasia kesehatan.

Analisis pada telapak tangan ini telah lama dipraktekkan oleh bangsa Yunani. Disamping itu, analisis telapak tangan merupakan salah satu bentuk analisis yang sangat dianjurkan bagi orang-orang yang berprofesi di bidang pengobatan.

Di antara bagian telapak tangan, yang bisa menunjukkan keadaan suatu penyakit dalam tubuh manusia adalah sebagai berikut:
  • Telapak tangan bagian atas
  • Telapak tangan bagian belakang
  • Semua jari (dari kelingking hingga ibu jari)
  • Ruas-ruas jari bagian atas, dan
  • Kuku
Di bawah ini merupakan beberapa gangguan kesehatan dari penyakit ringan maupun parah yang bisa dideteksi oleh bagian telapak tangan.

1. Kanker payudara

Telapak tangan wanita bisa dijadikan instrumen untuk melihat resiko terjadinya kanker payudara dengan cara membandingkan kesamaan pada kedua jarinya.

Jika telunjuk lebih panjang dari jari manis, itu artinya mereka lebih memilki tingkat estrogen yang lebih tinggi, suatu hormon yang membantu pertumbuhan kanker.

Bagaimana dengan kondisi perbandingan telunjuk dengan jari manis kamu?

2. Jantung

Para ilmuwan Finlandia meneliti 8000 orang dengan melihat ujung jari kelingking yang bengkok ke dalam, dan ditemukan 46 persen pria lebih beresiko meninggal di usia muda akibat serangan jantung dibandingkan pria tanpa osteoarthritis.

Alasan hubungan ini belum jelas, namun para ahli memprediksikan hal ini sebagai akibat tingkat lemak yang tinggi dalam darah yang dapat menutupi arteri.

Atau, dapat juga osteoarthritis menunjukan rendahnya tingkat hormon testosteron yang melindungi pria terhadap penyakit jantung.

3. Autisme

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 lalu, ditemukan bahwa anak autis memiliki jari manis yang sangat panjang.

Hal ini menunjukkan bahwa, mereka nampaknya memiliki jumlah testosteron yang tidak biasa dalam rahimnya yang mengakibatkan bentuk perilaku berlebihan.

Misalnya, kesulitan komunikasi dan kurang kesadaran terhadap kondisi emosional orang lain.

4. Masalah paru-paru

Ketika dokter melihat gejala masalah pernapasan, mereka seringkali memeriksa kuku tangan. Ini karena warna kulit dibawah kuku berubah menjadi corak biru ketika terjadi komplikasi pada pernapasan pasiennya.

Darah yang mengandung oksigen memiliki warna merah terang. Sedangkan darah yang kehilangan oksigen berwarna merah gelap. Ini merupakan salah satu gejala yang muncul pada bayi yang mengidap bronkitis akut.

5. Stres

Ketika dalam keadaan tertekan, tubuh akan mengeluarkan hormon streoid yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Tanda di telapak tangan orang yang mengalami stres adalah terdapat urat-urat biru atau hijau di pergelangan tangan, telapak tangan dan di sepanjang jari-jari, serta terlihat jelas di betis kaki.

6. Kekurangan vitamin

Noda putih di ujung jari menunjukan kekurangan zat seng. Seng penting untuk menjaga sistem kekebalan. Sumber makanan yang mengandung seng antara lain susu, tiram, ayam, biri-biri, semua jenis biji-bijian, kacang, dan sayuran berdaun hijau.

Dengan adanya teknik pendeteksian penyakit yang kemungkinan di derita oleh seseorang melalui telapak tangannya, kita bisa mengetahui ada gangguan atau gejala penyakit apa saja yang ada di dalam tubuh seseorang.

Namun untuk lebih memastikan, kamu juga disarankan untuk tetap memeriksakan diri ke dokter supaya lebih yakin dan valid.
Tambahkan Komentar